Logo Kudus

Kudus Siap Menjadi Tuan Rumah International Women’s Soccer Trilogy, Srikandi Merdeka Cup Jadi Puncak Pembinaan Sepak Bola Putri

3 Juni 2026Saldy Nurzaman

Turnamen internasional sepak bola putri menjadi puncak rangkaian kegiatan yang digelar di Kudus

Kudus – Kabupaten Kudus akan menjadi pusat penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy pada 2026. Program pembinaan sepak bola putri yang dirancang secara berjenjang tersebut menghadirkan tiga agenda utama, yakni MLSC All Stars, HPSL All Stars, dan turnamen internasional Srikandi Merdeka Cup yang menjadi puncak rangkaian kegiatan.

Melalui konsep pembinaan berkelanjutan, ajang ini tidak hanya menghadirkan kompetisi bagi pemain muda, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pengembangan talenta sepak bola putri Indonesia mulai dari usia dini hingga remaja. Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung di Kudus sepanjang Juni hingga Agustus 2026.

Program Director MilkLife Soccer Challenge dan HydroPlus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan International Women’s Soccer Trilogy dibangun sebagai ekosistem pembinaan yang saling terhubung dari satu jenjang usia ke jenjang berikutnya.

“Trilogy Women’s Soccer merupakan ekosistem pembinaan sepak bola putri yang kami bangun secara berkelanjutan, mulai dari usia dini hingga remaja. Perjalanan ini dimulai sekitar 2,5 tahun lalu melalui Milklife Soccer Challenge (MLSC) yang awalnya hanya untuk U10 dan U12, dan kini sudah berkembang hingga kategori U8,” ujar Teddy Tjahjono.

Saat ini MLSC telah diselenggarakan di 12 kota dengan dua seri di setiap kota. Pada tahun depan, kompetisi tersebut direncanakan berkembang menjadi 16 kota, termasuk penambahan dua kota di Provinsi Papua.

Dari kompetisi tersebut, para pemain terbaik akan diseleksi untuk mengikuti MLSC All Stars sebagai tahapan pembinaan lanjutan.

Rangkaian International Women’s Soccer Trilogy akan diawali melalui MLSC All Stars yang berlangsung di Kudus pada 24–28 Juni 2026. Kompetisi ini mempertemukan tim-tim All Stars hasil seleksi dari berbagai daerah.

Pada penyelenggaraan 2026, MLSC All Stars akan diikuti 12 tim dengan format pertandingan 9 lawan 9. Setiap laga berlangsung selama dua babak masing-masing 15 menit dengan waktu jeda 10 menit. Seluruh pertandingan menggunakan setengah lapangan dengan enam pertandingan setiap hari.

Sebelum kompetisi dimulai, peserta dijadwalkan mengikuti agenda kedatangan dan welcome dinner pada 21–22 Juni 2026. Kemudian pada 23 Juni dilaksanakan sesi mencoba lapangan, technical meeting, dan cultural visit. Pertandingan berlangsung hingga partai final pada 28 Juni 2026.

Selain pertandingan sepak bola, penyelenggara juga menyiapkan berbagai kegiatan pendukung seperti lomba mewarnai dan menggambar, Festival Seneng Soccer All Stars, serta aktivitas booth dan tenant UMKM.

Menurut Teddy, format trilogy dipilih karena proses pembinaan pemain membutuhkan kesinambungan dan tidak dapat berhenti hanya pada satu kompetisi.

“Kami memilih format trilogy karena pembinaan pemain tidak bisa berhenti pada satu turnamen. Setelah MLSC untuk usia dini, kami menghadirkan HydroPlus Soccer League (HPSL) untuk U15 dan U18 agar para pemain memiliki wadah untuk terus berkembang saat memasuki usia remaja. HPSL adalah satu-satunya kompetisi dengan format liga untuk kelompok umur di Indonesia,” katanya.

Tahapan berikutnya adalah HPSL All Stars yang akan berlangsung pada 5–12 Juli 2026 di Kudus. Kompetisi ini menjadi wadah bagi pemain-pemain terbaik HydroPlus Soccer League untuk memperoleh pengalaman kompetitif yang lebih tinggi.

HPSL All Stars akan mempertandingkan kategori U15 dan U18. Sebanyak delapan tim pada masing-masing kelompok umur akan berpartisipasi dengan format pertandingan 9 lawan 9 dan 11 lawan 11 sesuai kategori yang dipertandingkan.

Agenda HPSL All Stars dimulai dengan kedatangan peserta pada 3 Juli 2026, dilanjutkan sesi mencoba lapangan dan technical meeting pada 4 Juli. Kompetisi berlangsung selama tujuh hari pertandingan hingga partai final pada 12 Juli 2026.

Berbagai kegiatan pendukung juga disiapkan selama pelaksanaan HPSL All Stars, di antaranya festival band atau musik, modern dance atau cheerleader, serta aktivitas booth dan tenant UMKM yang melibatkan masyarakat setempat.

Teddy menegaskan bahwa MLSC All Stars dan HPSL All Stars merupakan bagian penting dalam jalur pembinaan karena mempertemukan pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah.

“Kemudian melalui MLSC All Stars dan HPSL All Stars, pemain-pemain terbaik dari berbagai daerah dapat bertemu, berkompetisi, dan mendapatkan pengalaman yang lebih kompetitif. Jadi, trilogy ini membentuk jalur pembinaan yang saling terhubung dari satu jenjang ke jenjang berikutnya,” ujarnya.

Puncak rangkaian International Women’s Soccer Trilogy akan berlangsung melalui Srikandi Merdeka Cup yang dijadwalkan digelar di Super Soccer Arena Kudus pada 13–19 Agustus 2026.

Turnamen internasional tersebut dirancang sebagai wadah pembinaan Tim Nasional Putri sekaligus panggung pengembangan talenta muda menuju Kualifikasi Piala AFC U-17 Putri.

Atlet-atlet terbaik hasil seleksi HPSL All Stars nantinya akan mewakili Timnas Putri untuk tampil dalam turnamen tersebut.

“Untuk tahapan berikutnya, atlet putri terbaik dari HPSL All Stars akan mewakili Timnas Putri untuk bermain di turnamen international Srikandi Merdeka Cup, yang akan dilaksanakan di Super Soccer Arena Kudus, tanggal 13-19 Agustus 2026,” kata Teddy.

Srikandi Merdeka Cup dijadwalkan berlangsung sepanjang Agustus 2026 dengan agenda resmi yang dimulai dari kedatangan peserta pada 11–12 Agustus, official training pada 13 Agustus, hingga pertandingan final pada 23 Agustus 2026.

Turnamen ini menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan Indonesia melalui kompetisi sepak bola putri internasional yang mempertemukan atlet-atlet putri dari berbagai negara. Selain pertandingan sepak bola, penyelenggara juga menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung seperti lomba gapura antarkelurahan, parade kemerdekaan, kompetisi suporter, bazar UMKM, dan hiburan musik di area Super Soccer Arena.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan pejabat terkait saat menerima audiensi dari Pesonel Djarum Foundation yang akan menggelar pertandingan Internasional sepak bola putri Srikandi Merdeka Cup pada bulan Agustus mendatang (Foto: YM)

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyambut positif dipusatkannya penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy di Kabupaten Kudus. Menurutnya, kehadiran kompetisi sepak bola putri berskala nasional hingga internasional tersebut berpotensi memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah.

“Sport tourism Kabupaten Kudus bisa semakin meningkat. UMKM, hotel, termasuk sewa kendaraan, semuanya akan terdampak positif. Kami mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation karena mengadakan kegiatan ini di Kudus,” ujar Sam’ani.

Ia juga mengajak masyarakat untuk turut menyukseskan penyelenggaraan turnamen internasional tersebut dengan menjadi tuan rumah yang baik bagi para peserta dan tamu dari berbagai negara.

“Ini turnamen internasional yang menghadirkan enam negara lebih. Mari bersama-sama menjadi tuan rumah yang baik, menyambut tamu dari luar negeri dengan santun serta menjaga keamanan dan ketertiban selama pertandingan berlangsung,” katanya.

Penyelenggara menargetkan International Women’s Soccer Trilogy tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan sepak bola putri Indonesia dalam jangka panjang.

“Target kami adalah membangun fondasi yang kuat bagi sepak bola putri Indonesia melalui kompetisi yang berkelanjutan dan terstruktur. Dalam jangka menengah, pemain terbaik HydroPlus Soccer League U16 akan mewakili Indonesia di Piala Merdeka Srikandi, yang akan diikuti oleh 7 negara, sebagai bagian dari persiapan menuju seleksi AFC Oktober 2026,” ujar Teddy.

Ia menambahkan bahwa program tersebut diarahkan untuk menyiapkan generasi pemain yang mampu bersaing di tingkat Asia pada masa mendatang.

“Sementara dalam jangka panjang, kami ingin menyiapkan generasi pemain yang mampu membawa Indonesia tampil lebih kompetitif di level Asia, termasuk menatap AFC Women’s Asian Cup 2031. Karena itu, Trilogy Women’s Soccer bukan hanya tentang turnamen, tetapi tentang membangun masa depan sepak bola putri Indonesia,” katanya.

Melalui rangkaian MLSC All Stars, HPSL All Stars, dan Srikandi Merdeka Cup, Kudus akan menjadi pusat penyelenggaraan pembinaan sepak bola putri yang terintegrasi. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan jalur pengembangan pemain yang berkelanjutan sekaligus memberikan pengalaman kompetitif bagi atlet-atlet muda Indonesia hingga level internasional.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyambut baik dipusatkannya ajang sepak bola putri nasional dan internasional tersebut di Kota Kretek. Menurutnya, kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan suporter akan memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi daerah, mulai dari pelaku UMKM, perhotelan, transportasi, hingga destinasi wisata.

Sport tourism Kabupaten Kudus bisa semakin meningkat. UMKM, hotel, termasuk sewa kendaraan, semua akan berdampak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Djarum Foundation karena mengadakan kegiatan ini di Kudus,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Kudus telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut kedatangan peserta dan tamu dari luar daerah maupun luar negeri. Selain pelaku UMKM, sektor perhotelan juga telah disiapkan guna mengakomodasi kebutuhan para atlet dan pendukung yang hadir selama turnamen berlangsung.

Sejumlah hotel di Kudus dan sekitarnya sudah kami kondisikan untuk menyambut sekitar 1.500 atlet, ofisial, dan suporter. Insyaallah kapasitasnya mencukupi. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk mengenalkan kuliner, wisata, dan keramahan masyarakat Kudus kepada para tamu yang datang,” katanya.

Enam Negara Ambil Bagian

Srikandi Merdeka Cup Internasional akan mempertemukan tim-tim dari enam negara. Turnamen ini menjadi wadah pertandingan internasional bagi para pemain sepak bola putri yang tampil mewakili negaranya masing-masing.

Melalui kompetisi tersebut, peserta akan menjalani serangkaian pertandingan di Kudus. Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga menjadi bagian dari kalender kegiatan sepak bola putri yang berlangsung di kota tersebut.

Kehadiran peserta internasional memberikan kesempatan bagi pemain Indonesia untuk menghadapi tim dari negara lain dalam suasana pertandingan resmi.

Digelar di Supersoccer Arena Kudus

Seluruh rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus. Stadion tersebut dalam beberapa tahun terakhir menjadi lokasi berbagai kegiatan sepak bola putri, mulai dari kelompok usia muda hingga kompetisi tingkat yang lebih tinggi.

Perwakilan Djarum Foundation, Slamet Raharjo, menjelaskan bahwa Srikandi Merdeka Cup U-16 diperkirakan diikuti sekitar 500 peserta. Sementara jika dihitung secara keseluruhan mulai dari MilkLife Soccer Challenge All-Stars, Hydroplus Soccer League All-Stars hingga Srikandi Merdeka Cup, jumlah peserta yang datang ke Kudus diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 atlet, belum termasuk para suporter.

Kalau dihitung dari event MilkLife All-Stars, Hydroplus All-Stars sampai Srikandi Merdeka Cup, perkiraan akan ada 1.000 sampai 1.500 peserta yang akan datang ke Kudus, itu belum termasuk suporter,” ujarnya.

Diterangkan oleh Slamet, dijadwalkan Indonesia sendiri akan mengikutkan dua timnya yakni Tim Garuda Pertiwi dan Tim Putri Nusantara.

Menurut Slamet, pemilihan Kabupaten Kudus sebagai pusat penyelenggaraan International Women’s Soccer Trilogy tidak terlepas dari sejarah pembinaan sepak bola putri yang selama ini dikembangkan Bakti Olahraga Djarum Foundation dari Kota Kretek.

Pemilihan Kudus sebagai lokasi penyelenggaraan sejalan dengan berbagai kegiatan sepak bola putri yang sebelumnya telah digelar di daerah tersebut.

Selain pertandingan internasional, sejumlah program pembinaan dan kompetisi usia muda juga telah berlangsung di Kudus dalam beberapa tahun terakhir. Kegiatan tersebut melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Bagian dari Rangkaian Kegiatan Sepak Bola Putri

International Women’s Soccer Trilogy disusun sebagai rangkaian kegiatan yang berfokus pada sepak bola putri. Program ini mencakup beberapa agenda yang saling berkaitan dan dilaksanakan secara berjenjang.

Srikandi Merdeka Cup menjadi salah satu agenda dalam rangkaian tersebut. Turnamen ini menghadirkan pertandingan antarnegara sekaligus menambah agenda kompetisi sepak bola putri di Indonesia.

Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat berjalan sesuai jadwal dan memberikan pengalaman bertanding bagi seluruh peserta yang terlibat.

Perkembangan Kompetisi Sepak Bola Putri

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai kompetisi dan kegiatan sepak bola putri kembali digelar di sejumlah daerah di Indonesia. Kompetisi usia dini, turnamen antarpelajar, hingga pertandingan internasional menjadi bagian dari upaya menghadirkan lebih banyak kesempatan bertanding bagi atlet perempuan.

Kudus menjadi salah satu daerah yang rutin menggelar kegiatan sepak bola putri melalui berbagai program dan kompetisi. Kehadiran International Women’s Soccer Trilogy menambah daftar agenda yang berlangsung di wilayah tersebut.

Melalui penyelenggaraan turnamen internasional, masyarakat juga berkesempatan menyaksikan pertandingan sepak bola putri yang melibatkan peserta dari berbagai negara.

Menjadi Agenda Internasional di Kudus

Penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup Internasional menandai hadirnya turnamen sepak bola putri antarnegara di Kudus. Dengan partisipasi enam negara, ajang ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan International Women’s Soccer Trilogy yang dipusatkan di kota tersebut.

Turnamen ini dijadwalkan berlangsung di Supersoccer Arena dan menghadirkan pertandingan yang melibatkan tim-tim peserta dari berbagai negara. Kehadiran ajang internasional tersebut menambah agenda olahraga yang digelar di Kudus sekaligus menjadi bagian dari kegiatan sepak bola putri yang berlangsung sepanjang tahun.

Bagi peserta, turnamen ini menjadi kesempatan untuk menjalani pertandingan internasional. Sementara bagi masyarakat, kompetisi tersebut menghadirkan kesempatan untuk menyaksikan sepak bola putri dari berbagai negara di satu lokasi yang sama.

sumber: https://isknews.com/kudus-jadi-pusat-international-womens-soccer-trilogy-puncaknya-srikandi-merdeka-cup-internasional-diikuti-enam-negara/

Kudus Siap Menjadi Tuan Rumah International Women’s Soccer Trilogy, Srikandi Merdeka Cup Jadi Puncak Pembinaan Sepak Bola Putri | Main Ke Kudus