

Sport Tourism Kudus Makin Menarik, Trek Downhill Muria dan Kuliner Lokal Jadi Andalan
KUDUS – Kabupaten Kudus mulai mengembangkan potensi sport tourism melalui kawasan wisata olahraga berbasis alam di lereng Gunung Muria. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian pegiat olahraga sepeda gunung adalah Ternadi Bike Park di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kudus.
Kawasan tersebut dimanfaatkan sebagai lokasi latihan downhill sekaligus menjadi tujuan aktivitas wisata olahraga yang memadukan tantangan lintasan pegunungan, panorama alam, hingga wisata kuliner dan penginapan berbasis pedesaan.
Pengembangan wisata olahraga di Kudus juga mendapat dorongan dari rencana penyelenggaraan Indonesian Downhill 2026 yang disebut akan menghadirkan lintasan dengan tingkat tantangan lebih tinggi.
Konsep sport tourism menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata olahraga di Kudus, tidak hanya bagi atlet dan komunitas olahraga, tetapi juga wisatawan yang mencari aktivitas rekreasi di kawasan pegunungan.
Ternadi Bike Park Jadi Lokasi Latihan Downhill di Lereng Muria
Ternadi Bike Park dikenal sebagai salah satu lokasi latihan downhill di lereng Gunung Muria. Jalur yang tersedia memanfaatkan kontur alam pegunungan dengan karakter medan menurun, tikungan tajam, dan lintasan berbatu yang menjadi tantangan bagi pegiat downhill.
Lokasi tersebut berada di kawasan pegunungan dengan suasana alam yang masih asri dan udara yang relatif sejuk. Selain digunakan atlet lokal, kawasan ini juga mulai dikunjungi komunitas sepeda gunung dari berbagai daerah.
Aktivitas wisata olahraga di kawasan tersebut turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Pengunjung yang datang untuk berlatih maupun menyaksikan aktivitas downhill biasanya juga memanfaatkan layanan wisata lain di kawasan lereng Muria.
Jalur menuju kawasan Ternadi juga menawarkan pemandangan pegunungan dan suasana pedesaan yang masih terjaga.
Indonesian Downhill 2026 Dorong Aktivitas Sport Tourism

Perkembangan sport tourism di Kudus turut didukung rencana penyelenggaraan Indonesian Downhill 2026. Ajang tersebut disebut akan menghadirkan trek yang lebih menantang bagi peserta.
Kompetisi downhill menjadi salah satu cabang olahraga yang memiliki komunitas cukup besar di Indonesia. Kejuaraan downhill tidak hanya menjadi arena kompetisi atlet, tetapi juga menarik kehadiran komunitas olahraga dan wisatawan.
Karakter trek pegunungan di kawasan Muria dinilai mendukung pengembangan olahraga downhill. Kehadiran event berskala nasional juga berpotensi meningkatkan kunjungan wisata ke wilayah tersebut.
Sport tourism sendiri berkembang sebagai konsep wisata yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan pengalaman rekreasi dan eksplorasi kawasan wisata.
Wisata Alam dan Kuliner Jadi Pendukung Aktivitas Wisata

Selain aktivitas olahraga, kawasan Kudus juga memiliki potensi wisata pendukung berupa panorama alam dan kuliner lokal.
Di sekitar lereng Gunung Muria, wisatawan dapat menikmati suasana pegunungan yang masih hijau. Jalur wisata menuju kawasan tersebut juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan bagi pengunjung.
Kudus juga dikenal memiliki beragam kuliner khas yang dapat ditemui di kawasan wisata maupun pusat kuliner lokal. Kehadiran warung makan dan pelaku usaha kuliner menjadi pelengkap aktivitas wisata olahraga.
Aktivitas wisata yang meningkat turut membuka peluang usaha bagi masyarakat di sekitar kawasan wisata, mulai dari sektor kuliner, transportasi, hingga usaha mikro.
Penginapan dan Wisata Pedesaan Dukung Kunjungan Wisatawan
Meningkatnya aktivitas wisata olahraga di kawasan Muria turut mendorong kebutuhan akomodasi wisatawan. Di sekitar kawasan tersebut tersedia berbagai pilihan penginapan, mulai dari homestay hingga penginapan berbasis suasana pedesaan.
Wisatawan yang datang untuk latihan maupun mengikuti event olahraga biasanya memanfaatkan penginapan di sekitar kawasan wisata.
Selain penginapan, wisatawan juga dapat menikmati suasana desa wisata yang masih alami. Kondisi geografis kawasan Muria dinilai mendukung pengembangan wisata berbasis olahraga dan alam.
Perpaduan antara aktivitas olahraga, wisata alam, kuliner lokal, dan akomodasi menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kudus.
Sport Tourism Jadi Bagian Pengembangan Wisata Kudus
Pengembangan sport tourism menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan potensi wisata Kudus melalui aktivitas olahraga alam.
Keberadaan Ternadi Bike Park dan rencana penyelenggaraan Indonesian Downhill 2026 diharapkan dapat mendukung pengembangan wisata olahraga di kawasan Muria.
Dengan dukungan lanskap pegunungan, kuliner lokal, dan fasilitas wisata pendukung, kawasan Muria memiliki potensi untuk terus dikembangkan sebagai destinasi wisata olahraga berbasis alam.
sumber artikel: https://sport.detik.com/sport-lain/d-8489358/indonesian-downhill-2026-segera-mulai-janjikan-trek-lebih-esktrem , https://tourism.kuduskab.go.id/id/desa-wisata-ternadi/
