Logo Kudus

Hariyanto Arbi: Legenda Bulu Tangkis Indonesia “Smash 100 Watt”

16 Maret 2026Saldy

Kudus – Profil Hariyanto Arbi, Bintang Bulu Tangkis Era 1990-an

Hariyanto Arbi merupakan mantan pemain bulu tangkis Indonesia yang pernah masuk jajaran tunggal putra terbaik dunia pada era 1990-an. Atlet kelahiran 21 Januari 1972 ini dikenal luas berkat permainan agresif dan smash keras yang menjadi ciri khasnya di lapangan.

Hariyanto merupakan jebolan klub PB Djarum yang aktif memperkuat tim Indonesia sepanjang awal hingga pertengahan 1990-an, khususnya pada periode 1990–1996. Ia kemudian memutuskan pensiun dari dunia bulu tangkis profesional pada 1997 setelah menorehkan berbagai prestasi internasional.

Di luar karier olahraga, Hariyanto juga sempat terjun ke dunia politik dan tercatat sebagai Juru Bicara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Dijuluki “Smash 100 Watt” di Final Piala Thomas 1994

Nama Hariyanto Arbi semakin dikenal publik setelah tampil impresif pada Final Piala Thomas 1994. Dalam pertandingan tersebut, ia menghadapi pemain tunggal Malaysia, Rashid Sidek.

Pertandingan berlangsung sengit dengan duel smash keras dari kedua pemain. Gaya permainan agresif Hariyanto yang kerap melepaskan pukulan keras membuatnya mendapat julukan “Smash 100 Watt”, sebuah sebutan yang kemudian melekat sepanjang kariernya.

Kemenangan atas Rashid Sidek turut membantu Indonesia meraih gelar juara Piala Thomas pada tahun tersebut.

Latar Belakang Keluarga Atlet

Hariyanto Arbi lahir dari pasangan Ang Tjing Bik dan Goei Giok Nio. Bakat olahraga tampaknya mengalir kuat di keluarganya.

Ia merupakan adik dari dua pebulu tangkis nasional lain yang juga berprestasi di level internasional, yakni Hastomo Arbi dan Eddy Hartono. Ketiganya dikenal sebagai keluarga atlet yang turut mewarnai sejarah bulu tangkis Indonesia.

Tetap Berprestasi di Ajang Master Dunia

Hariyanto Arbi kala masih aktif menjadi pebulu tangkis profesional. (Foto: Instagram/@hariyanto_arbi)

Meski telah pensiun dari kompetisi profesional sejak 1997, Hariyanto Arbi masih aktif tampil di ajang olahraga kategori veteran.

Pada World Masters Games 2009 di Sydney, Australia, ia meraih medali emas di nomor tunggal putra 35+ setelah mengalahkan Shinya Aoki dari Jepang dengan skor 15–12, 15–10.

Di ajang yang sama, ia juga meraih emas nomor ganda putra 35+ bersama Herman Laksono Lioe.

Prestasi lain datang pada World Masters Games 2017 di Auckland, Selandia Baru. Saat itu Hariyanto Arbi bersama Tri Kusharjanto meraih emas ganda putra 40+, serta perunggu ganda campuran 40+ bersama Elisabeth Tjandra.

Karier Setelah Pensiun

Mantan atlet bulu tangkis Indonesia Hariyanto Arbi. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Setelah meninggalkan dunia bulu tangkis profesional, Hariyanto Arbi tetap aktif di berbagai kegiatan olahraga dan publik. Selain itu, ia juga mencoba peran baru di dunia politik dengan bergabung bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Perjalanan kariernya, baik di olahraga maupun aktivitas publik, membuat nama Hariyanto Arbi tetap dikenang sebagai salah satu legenda bulu tangkis Indonesia.

Olahraga

BERITA TERKAIT

Hastomo Arbi, Pahlawan Piala Thomas 1984 dari Indonesia

13 Maret 2026

Fyan Javier, Petinju Muda Kudus Bidik Porprov Jawa Tengah

12 Maret 2026

Liem Swie King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Sang King of Smash

11 Maret 2026

Klasemen Akhir, DKI Jakarta Juara Umum

10 Maret 2026

KONI Pusat Resmi Tutup PON Bela Diri Kudus 2025

10 Maret 2026

SDUT Bumi Kartini Pertahankan Gelar, SD 3 Bulucangkring Jadi Juara Baru

10 Maret 2026

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

10 Maret 2026

[Festival Seneng Minton 2025 Seri 1] Diikuti 345 Peserta

10 Maret 2026
Kudus