Logo Kudus

Karateka Kudus Muhammad Dzaka Raih Perunggu

9 Maret 2026Anissa

Debut manis di ajang fantastis

Karateka muda asal Kudus, Muhammad Dzaka Hibatullah, berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Jawa Tengah pada ajang .

Berlaga di nomor kumite -75 kg putra, di Djarum Arena 2A, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10), Dzaka tampil percaya diri semenjak penyisihan. Namun perjuangannya harus terhenti di semifinal oleh Ignatius Joshua Kandou dari Jawa Timur yang merupakan atlet pelatnas.

Meski belum mampu menembus final, pencapaian Dzaka tetap menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi dirinya, keluarga, maupun publik Kudus.

“Alhamdulillah senang banget, ini perdana saya mewakili Jawa Tengah dan langsung di PON. Walaupun cuma perunggu, tapi ini sudah hasil terbaik,” ujar Dzaka dengan wajah sumringah usai pertandingan.

Debut Manis di Tanah Sendiri

Bertanding di hadapan publik sendiri memberi semangat tersendiri bagi karateka berusia muda itu. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh sejak pemanasan.

“Dari awal sudah kelihatan lawannya bagus-bagus. Pelatih mengarahkan saya supaya tenang dan enjoy, biar permainan bisa keluar maksimal,” katanya.

Menurutnya, lawan terberat memang datang dari Jawa Timur yang diisi atlet pelatnas. “Semoga ke depan saya juga bisa tembus pelatnas,” tambahnya.

Dzaka juga memuji penyelenggaraan cabang karate di PON Bela Diri kali ini. “Venue-nya bagus banget, adem, nggak gerah, dan ruang pemanasannya luas. Atlet jadi lebih leluasa bergerak dan persiapan,” ujarnya.

Dukungan dari Ibu Jadi Kunci

Di tribun penonton, sang ibu, Bibit, tampak setia memberi semangat sejak awal pertandingan. Ia mengaku bangga melihat putranya bisa bersaing dengan karateka senior.

“Alhamdulillah, keren banget. Ini kan pemula untuk kelasnya, yang lain senior semua. Lumayan bisa ngimbangin Joshua tadi. Ini pengalaman berharga banget buat dia,” kata Bibit dengan mata berbinar.

Menurutnya, target pribadi memang realistis. “Dari awal saya pikir belum sampai emas, mungkin perak atau perunggu, dan ternyata dapat perunggu. Itu sudah luar biasa untuk pemula,” ujarnya sambil tersenyum.

Pesan untuk Generasi Muda Kudus

Dzaka berharap prestasinya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Kudus lainnya untuk berani menekuni olahraga bela diri.

“Buat atlet bela diri dari Kudus, beranilah coba berprestasi. Selain sehat, juga bisa membanggakan orang tua,” pesannya.

Dengan pencapaian ini, Muhammad Dzaka Hibatullah bukan hanya membawa medali pulang, tapi juga membawa harapan baru bagi lahirnya bibit-bibit karateka muda dari tanah Kudus. (Daniel Tanamal)

sumber: ponbeladiri.com

Bela Diri, Olahraga, PON Bela Diri Kudus 2025

BERITA TERKAIT

Hariyanto Arbi: Legenda Bulu Tangkis Indonesia “Smash 100 Watt”

16 Maret 2026

Hastomo Arbi, Pahlawan Piala Thomas 1984 dari Indonesia

13 Maret 2026

Fyan Javier, Petinju Muda Kudus Bidik Porprov Jawa Tengah

12 Maret 2026

Liem Swie King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Sang King of Smash

11 Maret 2026

Klasemen Akhir, DKI Jakarta Juara Umum

10 Maret 2026

KONI Pusat Resmi Tutup PON Bela Diri Kudus 2025

10 Maret 2026

SDUT Bumi Kartini Pertahankan Gelar, SD 3 Bulucangkring Jadi Juara Baru

10 Maret 2026

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

10 Maret 2026
Kudus