

Karateka Kudus Muhammad Dzaka Raih Perunggu
Debut manis di ajang fantastis
Karateka muda asal Kudus, Muhammad Dzaka Hibatullah, berhasil mempersembahkan medali perunggu untuk kontingen Jawa Tengah pada ajang .
Berlaga di nomor kumite -75 kg putra, di Djarum Arena 2A, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Kamis (23/10), Dzaka tampil percaya diri semenjak penyisihan. Namun perjuangannya harus terhenti di semifinal oleh Ignatius Joshua Kandou dari Jawa Timur yang merupakan atlet pelatnas.
Meski belum mampu menembus final, pencapaian Dzaka tetap menjadi kebanggaan tersendiri, baik bagi dirinya, keluarga, maupun publik Kudus.
“Alhamdulillah senang banget, ini perdana saya mewakili Jawa Tengah dan langsung di PON. Walaupun cuma perunggu, tapi ini sudah hasil terbaik,” ujar Dzaka dengan wajah sumringah usai pertandingan.
Debut Manis di Tanah Sendiri
Bertanding di hadapan publik sendiri memberi semangat tersendiri bagi karateka berusia muda itu. Ia mengaku sudah mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawan tangguh sejak pemanasan.
“Dari awal sudah kelihatan lawannya bagus-bagus. Pelatih mengarahkan saya supaya tenang dan enjoy, biar permainan bisa keluar maksimal,” katanya.
Menurutnya, lawan terberat memang datang dari Jawa Timur yang diisi atlet pelatnas. “Semoga ke depan saya juga bisa tembus pelatnas,” tambahnya.
Dzaka juga memuji penyelenggaraan cabang karate di PON Bela Diri kali ini. “Venue-nya bagus banget, adem, nggak gerah, dan ruang pemanasannya luas. Atlet jadi lebih leluasa bergerak dan persiapan,” ujarnya.
Dukungan dari Ibu Jadi Kunci
Di tribun penonton, sang ibu, Bibit, tampak setia memberi semangat sejak awal pertandingan. Ia mengaku bangga melihat putranya bisa bersaing dengan karateka senior.
“Alhamdulillah, keren banget. Ini kan pemula untuk kelasnya, yang lain senior semua. Lumayan bisa ngimbangin Joshua tadi. Ini pengalaman berharga banget buat dia,” kata Bibit dengan mata berbinar.
Menurutnya, target pribadi memang realistis. “Dari awal saya pikir belum sampai emas, mungkin perak atau perunggu, dan ternyata dapat perunggu. Itu sudah luar biasa untuk pemula,” ujarnya sambil tersenyum.
Pesan untuk Generasi Muda Kudus
Dzaka berharap prestasinya bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Kudus lainnya untuk berani menekuni olahraga bela diri.
“Buat atlet bela diri dari Kudus, beranilah coba berprestasi. Selain sehat, juga bisa membanggakan orang tua,” pesannya.
Dengan pencapaian ini, Muhammad Dzaka Hibatullah bukan hanya membawa medali pulang, tapi juga membawa harapan baru bagi lahirnya bibit-bibit karateka muda dari tanah Kudus. (Daniel Tanamal)
sumber: ponbeladiri.com







