Logo Kudus

Roket FC Adaptasi Program Latihan di Bulan Ramadan

9 Maret 2026Muhammad Rizqi

Jakarta | Memasuki bulan suci Ramadan, Roket FC melakukan penyesuaian terhadap program latihan tim. Guna menjaga kondisi para pesepak bola putri yang menjalankan ibadah puasa agar terhindar dari kelelahan dan dehidrasi, sebagian besar sesi latihan dialihkan ke sore hari atau menjelang waktu berbuka. Materi latihan pun turut disesuaikan tanpa mengurangi kualitas maupun konsistensi persiapan tim.

Perubahan ini dilakukan agar anak-anak bisa menjalani latihan dengan kondisi yang lebih memungkinkan saat berpuasa. Selain itu, porsi latihan juga kami sesuaikan dengan suasana Ramadan, jadi intensitasnya tidak terlalu berat, tetapi tetap menjaga kualitas dan konsistensi tim,” kata pelatih kepala tim U-18 Roket FC, Iswadi.

Seusai menjalani sesi latihan sore, lanjutnya, para pemain Roket FC rutin menggelar buka puasa bersama di lapangan, yang kemudian dilanjutkan dengan salat bersama-sama sebagai bagian dari kebersamaan tim selama Ramadan. “Momen tersebut menjadi bagian penting untuk membangun kebersamaan dan kekompakan tim, bukan hanya di dalam latihan, tetapi juga secara emosional,” jelasnya.

Perpaduan kekompakan dan mental tangguh menjadi dua aspek utama yang terus ditekankan Iswadi sejak timnya pertama kali berlaga di liga sepak bola putri level nasional pada Oktober tahun lalu. Mentalitas juang Maisya Marwa Sofa dan rekan-rekannya pun tercermin dari capaian Roket FC yang kini menempati peringkat tiga besar klasemen sementara U-18 Putri edisi Jakarta, dengan koleksi 24 poin hasil delapan kemenangan dan dua kekalahan.

Roket FC terus berupaya mengincar posisi puncak klasemen sementara karena hanya terpaut tiga poin dari peringkat kedua, Putri Tangsel City, serta enam poin dari pemuncak klasemen, Putri JP Jakarta. Persaingan pun kian ketat lantaran Newland FA dan Raga Negeri terus membayangi di bawahnya, masing-masing hanya berjarak tiga dan enam poin dari Roket FC.

Posisi tiga besar jelang memasuki masa jeda kompetisi pada bulan puasa tahun ini menjadi hasil yang menggembirakan bagi tim. Namun, Iswadi menyadari, selepas jeda satu bulan, tidak akan ada laga pemanasan ketika kompetisi prakarsa Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS tersebut kembali bergulir pada awal April 2026. “Di samping latihan bersama, kami juga memberikan tugas latihan individu kepada para pemain untuk dilakukan di rumah masing-masing. Hal ini bertujuan agar kondisi fisik dan kemampuan mereka tetap terjaga meskipun ada penyesuaian jadwal selama bulan puasa,” ungkapnya.

Iswadi berharap, penyesuaian menu latihan selama bulan puasa dapat membantu para pemainnya menjaga konsistensi performa, seperti yang telah ditunjukkan mereka sejak awal liga. Ia juga menaruh harapan agar lanjutan HYDROPLUS Soccer League dapat berjalan semakin baik, baik dari sisi penyelenggaraan maupun kualitas pertandingan. Menurutnya, peningkatan standar permainan menjadi hal penting agar atmosfer persaingan kian kompetitif sekaligus mendorong perkembangan sepak bola putri nasional.

sumber: milklifesoccer.com

HYDROPLUS Soccer League, Olahraga, Sepak Bola

BERITA TERKAIT

Hariyanto Arbi: Legenda Bulu Tangkis Indonesia “Smash 100 Watt”

16 Maret 2026

Hastomo Arbi, Pahlawan Piala Thomas 1984 dari Indonesia

13 Maret 2026

Fyan Javier, Petinju Muda Kudus Bidik Porprov Jawa Tengah

12 Maret 2026

Liem Swie King, Legenda Bulu Tangkis Indonesia Sang King of Smash

11 Maret 2026

Klasemen Akhir, DKI Jakarta Juara Umum

10 Maret 2026

KONI Pusat Resmi Tutup PON Bela Diri Kudus 2025

10 Maret 2026

SDUT Bumi Kartini Pertahankan Gelar, SD 3 Bulucangkring Jadi Juara Baru

10 Maret 2026

MilkLife Soccer Challenge 2025 – 2026 Membidik Pesepakbola Putri di 10 Kota

10 Maret 2026
Kudus