

Wushu Indonesia Timur Potensial Bersinar
PON Bela Diri Dinilai Jadi Pemicu
Sekjen PB Wushu Indonesia (PBWI), Ngatino, mengapresiasi meningkatnya partisipasi dan semangat para atlet bela diri dari berbagai daerah di Indonesia, terutama di PON Bela Diri Kudus 2025.
“Sebaran atlet saat ini memang masih banyak berasal dari Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, tetapi daerah lain mulai menunjukkan perkembangan yang menjanjikan,” ujarnya di Djarum Arena 3AB, GOR Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (24/10).
Menurut Ngatino, kawasan Indonesia Timur seperti Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua memiliki potensi besar untuk terus bersinar di cabang bela diri.
“Potensi di wilayah timur itu luar biasa. Tinggal bagaimana pembinaan dan kesempatan bertandingnya diperbanyak agar kemampuan mereka makin matang, terutama di nomor sanda dan taolu,” katanya.
Ia juga menilai antusiasme peserta dalam PON Bela Diri Kudus 2025 kali ini sebagai tanda positif bagi perkembangan wushu secara nasional.
“Event hasil kolaborasi Djarum Foundation dan KONI ini menjadi ajang pemicu yang baik. Banyak daerah terbaik turun di nomor sanda dan taolu, dan itu menunjukkan semangat luar biasa,” ungkap Ngatino.
Lebih lanjut, Ngatino menegaskan bahwa Indonesia sudah punya posisi kuat di tingkat Asia dan Asia Tenggara. “Kita sering meraih emas di Asian Games dan jadi juara umum di Asia Tenggara. Saat ini, Cina masih teratas, diikuti Iran yang kuat di sanda dan Indonesia di posisi ketiga. Ini pencapaian yang membanggakan,” jelasnya.
Ia berharap penyelenggaraan kejuaraan seperti ini dapat terus berlanjut untuk memperluas prestasi nasional. “Kalau event seperti ini bisa rutin digelar, saya yakin daerah-daerah di seluruh Indonesia akan tumbuh bersama dan makin siap bersaing di level internasional,” tutupnya.
Wushu menjadi salah satu cabor yang ditunggu-tunggu pertandingannya dalam PON Bela Diri Kudus 2025. Bela diri etnik ini akan menjadi penutup gelaran PON Bela Diri yang perdana diadakan di nuasantara.
sumber: ponbeladiri.com







